Diet Karbohidrat, Ya atau Tidak?

diet karbohidrat

Salah satu pilihan diet yang paling banyak diambil orang adalah diet kalori, dalam hal ini adalah diet karbohidrat. Diet ini dianggap paling efektif dalam menurunkan berat badan dan menekan kadar gula dalam darah. Diet karbohidrat pun menjadi panutan para figur, tokoh, sosialita yang ingin tampil langsing dan semampai. Diakui, banyak yang berhasil menurunkan badan setelah melakukan diet karbohidrat beberapa lama, bahkan bisa sampai puluhan kilo.

Sebut saja Kelly Osbourne, selebrity bertubuh berisi ini akhirnya berhasil menurunkan berat badan puluhan kilo, dan tampil langsing setelah melakukan diet karbohidrat. Langkah yang ditempuh oleh kelly kemudian diikuti oleh banyak selebrity Holiwood lainnya. Bahkan, saat ini diet karbohidrat digemari sampai dengan masyarakat umum.

Dalam waktu dekat, tidak ada masalah kesehatan yang terlihat ketika melakukan diet rendah kalori. Namun, jika diamati perkembangannya, sebenarnya tubuh mengalami problem metabolisme ketika diet karbohidrat ini dilakukan dalam jangka panjang.

Diet Karbohidrat yang Berakhir dengan Peningkatan Lemak

Walaupun terbilang efektif menurunkan berat badan, namun beberapa penelitian mengatakan penurunan berat badan yang dihasilkan hanya untuk beberapa waktu. Kurang lebih 6 bulan pertama penurunan berat badan akan turun cepat, dan setelah itu penurunanpun akan lambat.

Satu hal yang juga disayangkan adalah, pengetahuan mengenai diet karbohidrat ini kurang dimiliki pelaku diet, sehingga memicu masaalah baru di kemudian hari.

 Saat diet dilakukan, mereka mengurangi porsi karbohidrat, dan kemudian menggantinya dengan protein. Protein yang digunakan adalah daging. Tanpa disadari mengganti karbohidrat dengan daging, justru berakibat kenaikan pada lemak dan kolesterol.

Hal ini yang dianggap kesalahan dalam diet karbohidrat, karena dianggap mampu mencetuskan gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan kardiovaskular atau jantung.

Dehidrasi, Gangguan Metabolisme dalam Diet Karbohidrat

Pengurangan konsumsi karbohidrat, bukan berarti menghentikan proses pembakaran dalam tubuh. Proses pembakan dalam tubuh tetap berjalan, dan konsekuensinya adalah tubuh akan terus mengeluarkan cairan. Dalam menurunkan berat badan, pengeluaran air ini seharusnya tidak terjadi, karena yang dibutuhkan adalah pengeluaran lemak.

Menurut ahli nutrisi dari klinik Nutrifit Jakarta, Dr. Samuel Oetoro, MS., Sp. GK, saat diet karbohidrat, metabolisme dalam tubuh tidak pernah berhenti. Walaupun tidak ada karbohidrat yang dikeluarkan, tetapi air dalam tubuh akan tetap keluar,dan ini bisa menyebabkan pelaku diet mengalami dehidrasi. (http://nostalgia.tabloidnova.com)

Dehidrasi, kelebihan lemak dan kolesterol pada diet yang dilakukan terlalu lama, dan  tidak segera diatasi, bisa memicu gangguan serius pada ginjal. 

Memang pencapaian penurunan berat badan tercapai, karena disertai dengan penurunan jumlah cairan. Namun, hal itu lagi lagi membahayakan. Jika saja dalam sekali diet, selama sebulan bisa turun 4 kilo, hal itu masih dalam batas yang ditoleransi. Penurunan berat badah lebih dari 4 kilo, atau bisa 5-6 kilo, adalah penurunan berat badan yang harus diawasi oleh ahli gizi. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya gangguan metabolisme dan memastikan pelaku diet tidak mengalami dehidrasi.

Diet Terbaik dengan Gizi seimbang

Bagaimanapun, menjaga gizi makanan agar seimbang akan lebih baik dibandingkan melakukan diet tidak terkontrol. Berdasarkan penelitian, saat tubuh melakukan diet karbohidrat, enam bulan pertama penurunana berat badan akan siknifikan. Namun, setelah itu penurunan berat badan akan tidak berarti.

Hal ini berbeda dengan mengatur pola makan dengan gizi seimbang. Dengan gizi seimbang, sangat mungkin terjadi penurunan berat badan yang konsisten dan pasti tanpa perlu menghadapi gangguan kesehatan setelahnya. Jadi, jadilah cerdas untuk memilih cara berdiet yang baik bagi kesehatan.

 

About the Author
  1. Goodgrade

    Dear Vita,
    Adalah pola makan yang diuji selama 2 tahun di Ben Gurion, khasiat sbb:
    1.Jumlah kalorinya tak dibatasi (ad libitum)
    2.Hasil penurunan berat lebih besar dari diet seimbang (DS)
    3.”Kolesterol baik” naik lebih banyak ketimbang DS
    4.”Kolesterol jahat” lebih rendah puluhan lipat dari DS
    5.Lemak darahnya turun puluhan kali dari DS
    6.Rasio kolesterol/HDL lbh rendah dari DS
    7.CRP test juga lebih rendah dari DS
    8…..
    Periksa situs ini http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa0708681

    atau di web ku http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/12/13/rendah-lemak-kalah-dari-mediterania-telak-dari-rendah-karbo-dalam-uji-selama-2-tahun-440646.html

    Kelemahan pola makan ini adalah diijinkan makan steak,sate,mentega, soto santan kental jeroan…. diijinkan makan yang nikmat hingga kenyang.(melemahkan kocek). Lemak dan protein akan membuat mereka cepat kenyang.

    Kalau melihat contoh penganjur Diet Seimbang spt Samuel Oetoro, Handrawan Nadesul, Menkes Siti Fadillah, Menkes Mboi, Wamenkes Ali
    wow….”Wahai saudaraku… makanlah Diet Seimbang supaya nanti mempunyai tubuh seperti aku.”

Leave a Reply