Waspada Kosmetik Mengandung Merkuri Pasca Era Pasar Bebas

kosmetik mengandung merkuri

Satu tahun terakhir ini, Indonesia telah ikut serta dalam pasar bebas  kosmetik. Pemberlakuan pasar bebas kosmetik ini, mencakup semua negara-negara di ASEAN. Tujuan Indonesia menyetujui untuk ikut serta dalam pasar bebas kosmetik adalah, agar industri kosmetik di Indonesia bisa mulai berkompetisi meningkatkan kualitasnya dengan negara-negara lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Peningkatan kualitas dari industri kosmetik, diharapkan akan meningkatkan mutu kosmetik di Indonesia, sehingga mampu menurunkan angka kosmetik mengandung merkuri, kosmetik ilegal, dan kosmetik berbahaya lainnya, yang selama ini banyak ditemukan.

Pada Agustus 2012, BPOM sempat menjabarkan penemuannya mengenai kosmetik ilegal di Indonesia, jumlah kosmetik berbahaya yang disebutkan adalah sebanyak 66720 kosmetik, dimana sebagian merupakan kosmetik mengandung merkuri

Menurut BPOM, nilai ini memang semakin meningkat sejak era pasar bebas kosmetik. Namun kepala BPOM sempat mengatakan bahwa ini bukan alasan bahwa kita menghindari era pasar bebas, tetapi justru harus evaluasi dan giat melakukan pengawasan sampai ke tempat peredaran kosmetik berbahaya tersebut. Di samping juga BPOM menyampaikan untuk selalu melakukan edukasi kepada masyarakat agar tepat memilih kosmetik yang aman.

Kosmetik yang aman disini maksudnya adalah, yang tidak mengandung bahan-bahan berbahaya yang bisa membahayakan si pemakainya. Contoh bahan kosmetik berbahaya tersebut misalnya merkuri, hidroquinon, rhodamin B, dsb.

Merkuri penyebab kanker kulit

merkuri

Photobucket

 

Ingin putih, tapi sakit. Siapa yang mau?

Itulah efek yang sangat besar akan terjadi jika keinginan memiliki kulit yang putih dilakukan secara instan, dengan membeli kosmetik mengandung merkuri. Merkuri, adalah satu zat beracun yang seringkali ditambahkan pada kosmetik, karena memiliki efek memutihkan.

Adalah Sari, seorang pegawai toko yang memiliki wajah abu-abu kehitaman. Rona di wajahnya disertai denganbanyaknya jerawat kecil kecil, hampir diseluruh wajah. Bahkan jerawat ini menyerupai peradangan. Ketika ditanyakan padanya, ternyata Sari baru saja menggunakan sebuah kosmetik yang dibeli di pasar, yang menjanjikan putih dalam waktu singkat.

Memang Sari sempat putih beberapa sesaat, yang didahului dengan pengelupasan kulit. Tapi lama kelamaan, kulitnya mulai gatal, berjerawat dan menghitam. Kulit kehitaman ini akan berbentuk seperti flek yang makin lama makin membesar. Kerusakan kulit yang parah juga bisa terjadi, disertai dengan rasa perih dan gatal-gatal. Tanpa pengobatan yang tepat, bisa menjurus pada kanker kulit.

Efek ini biasa dialami oleh pengguna kosmetik mengandung merkuri. Bukan hanya peradangan kulit, mercuri yang bersifat racun, juga bisa memberikan efek lain yang membahayakan. Merkuri diserap dengan baik oleh kulit, yang bisa ikut dalam aliran darah ke seluruh tubuh, dan kemudian meengendap di ginjal. Pengendapan di ginjal ini berefek kerusakan ginjal yang parah, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Kosmetik mengandung merkuri juga sebaiknya tidak digunakan pada ibu hamil. Masuknya merkuri melalui aliran darah, bisa menyebabkan gangguan pada kandungan, yang bissa menyebabkan kelainan pada janin. DI samping itu, mercuri juga menjadi penyebab munculnya penyakitpada saraf, seperti tremor, parkinson , dsb.

Bijak Menonton Iklan

“Ingin kulit tampak putih bersinar dalam waktu kurang dari seminggu, gunakan kosmetik A,”

“Rambut terlihat berkilau, gunakan sampo B.”

Begitulah kira-kira tagline dari iklan kosmetik, yang banyak disiarkan di media elektronik ataupun media masa. Iklan tersebut membuat masyarakat tergiur untuk membelinya.Tak jarang beberapa masyarakat protes, jika ternyata janji di iklan tidak sesuai dengan kenyataan.

Banyak aturan, untuk industri kosmetik yang ingin mengiklankan produknya di televisi. Diantaranya tidak boleh mengklaim kosmetiknya seperti obat yang menyatakan mampu menyembuhkan, mengobati, dll. Kosmetik juga tidak boleh menyebutkan langsung khasiat zat zat yang ada di dalamnya. Misalnya, urang-aring, tidak boleh disebut secara langsung dapat menyuburkan rambut.

Analisa seperti ini yang akhirnya menjebak masyarakat, disamping edukasi yang kurang kepada mereka. “Ingin kulit tampak putih bersinar” tidak sama dengan “ingin kulit menjadi putih”. Hal seperti ini yang kadang membuat masyarakat terbuai janji. Jika kosmetik yang disajikan adalah kosmetik aman, yang teregristasi di BPOM, maka hal itu tidak menjadi masalah besar. Tetapi jika yang digunakan adalah kosmetik mengandung merkuri, maka akan menjadi massalah dikemudian hari.

Pilih yang Alami Untuk Cantik dan Sehat

pepaya

photobucket

Membuat kulit terlihat putih dengan cara alami, sebenarnya tidaklah sulit. Banyak buah dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik kulit. Seperti yang pernah dibahas disini, bengkuang adalah salah satu buah yang berpotensi untuk membantu membersihkan, mencerahkan dan membuat kulit tampak putih. Pemanfaatannya sebagai masker, dapat dijadikan alternatif untuk kosmetik.

Jeruk nipis, juga memiliki khasiat untuk kecantikan. Untuk kulit, jeruk nipis digunakan sebagai pemutih. Menggunakan masker jeruk nipis, juga bisa membantu menghilangkan noda bekass jerawat. Beberapa penelitian juga mengemukan, meminum air jeruk nipis setiap malam, bisa membantu digunakan sebagai pelangsing perut.

Pepaya, buah yang sering dikonsumsi untuk hidangan penutup ini ternyata memiliki khasiat untuk peremajaan kulit. Kandungan vitamin A dan C dan vitamin E, ditambah dengan enzim, membuat pepaya sering dijadikan sebagai bahan  baku pembuatan kosmetik herbal.

Pepaya juga bisa membantu proses penyembuhan luka pada kulit. Kandungan antioksida dalam pepaya, dapat membantu menunda proses penuaan, termasuk membantu mencegah keriput pada kulit. Jus pepaya juga dimanfaatkan untuk melindungi kulit dari efek sinar matahari, dan membantu menghilangkan flek hitam di kulit.(dbs)

About the Author

Leave a Reply